Rabu, 24 Juni 2015

Maaf



Maafkan aku karena tlah berani menyayangimu sejauh ini, sehebat ini,  sedalam ini..
Perasaan ini mengalir begitu saja, tanpa ku duga akan terasa begitu menyakitkan hingga membuatku jatuh terlalu dalam dan tak mampu untuk menahan ini sendirian. Sebelumnya, belum pernah terlintas difikiranku akan berada pada fase seperti saat ini. Memilikimu sama saja dengan bermimpi dan tidak akan pernah  bisa terwujud sampai kapanpun.  Benar-benar menyakitkan, bukan?

Mengenai perasaanku terhadapmu, kamu pun sudah mengetahuinya, dan aku tidak perlu mendengar jawaban apapun darimu. Karena bagimu, perasaanku hanyalah candaan yang harus kamu tertawakan. Dan seharusnya aku sadar dari dulu bahwa aku tidak akan pernah mempunyai tempat dihatimu, karena aku bukanlah wanita yang mampu meluluhkan hati kerasmu dan aku bukanlah wanita yang bisa membuat jantungmu berdebar dengan sangat kencang saat berada didekatku, sangat jauh berbeda dengan apa yang kurasakan terhadapmu. 

Bukan aku tidak mau berjuang lebih untukmu, hanya saja aku berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti dulu saat masih baik-baik saja. Seperti saat dimana aku memandangmu tidak ada terselip perasaan apapun. Ini menyakitkan tapi harus kulakukan agar aku bisa pergi dan mencoba untuk sembuhkan lukaku.
Sekali lagi, maafkan aku yang sudah terlalu lancang mengusik dan mengganggu hidupmu dengan perasaan hatiku. Aku hanya butuh waktu untuk menjadikan perasaan ini hilang dan sampai pada titik dimana aku benar-benar menyembuhkan lukaku.

Sabtu, 11 April 2015

Selamat ulang tahun!



Selamat ulang tahun!

Ini sengaja aku posting terlambat dari hari spesialmu, karena beginilah orang yang jatuh cinta dalam diam, semua sengaja kusembunyikan hanya karna aku tidak ingin kamu mengetahui apa yang terjadi dengan perasaanku saat ini. Aku takut jika kelak kamu tahu bagaimana perasaanku terhadapmu, akan menjadi bumerang bagiku. Aku takut kita tidak bisa sedekat saat kamu belum mengetahui semua ini, aku takut kita, terlebih aku menjadi canggung jika sedang saat bersamamu. Aku tidak ingin merusak pertemanan kita hanya karena perasaanku yang melebihi sebatas teman terhadapmu. Maafkan aku akan semua tingkah konyol ini, yang mungkin akan membuatmu merasa terganggu atau mungkin akan membebanimu. Aku hanya ingin semua berjalan seperti biasanya.

Sosok pria misterius, bagaimana dihari spesial mu ini? Adakah yang berkesan? Atau hanya menjadi sekedar pengingat kenangan? Aku tak tahu, karena kamu adalah sosok pria yang begitu sulit untuk ditebak, hidupmu penuh teka-teki untukku, sempat kucoba untuk mengenalmu lebih dalam, untuk sekedar mengetahui makanan kesukaanmu, hobimu, hal-hal yang bisa membuatmu lebih berkesan, tapi  aku tidak berhasil untuk melakukan itu. Entah, aku yang kurang mahir untuk mencoba mengenalmu lebih jauh, atau karena kamu memang begitu tertutup terhadap orang-orang baru sepertiku yang masuk dikehidupanmu.

Sekali lagi, selamat ulang tahun! Semoga semua yang kamu inginkan tahun ini bisa tercapai dan ada satu harapan ku yang mungkin tidak akan pernah kamu gubris; aku berharap kamu mulai memikirkan kesehatanmu, kurangi rokokmu, akhir-akhir ini aku perhatikan kamu sering kali batuk sayang, aku khawatir akan kesehatanmu.

Sabtu, 04 April 2015

Cinta Dalam Hati



Mungkin benar apa yang orang-orang katakan selama ini..
Cinta datang saat dua hati, sering terbiasa bersama..

Inilah yang kurasakan saat ini, melihatmu memandangmu mengagumimu bahkan aku mulai menyayangimu secepat ini. Aku benar-benar tak mengerti ini perasaan cinta atau hanya sebuah perasaan yang belum kuberi nama. Tapi yang pasti aku menikmati dan mencoba untuk berusaha bersikap biasa saja didepanmu, seolah-olah yang terjadi aku hanyalah teman biasamu, tapi saat ku mulai sendiri dan aku tidak menemukan sosokmu didepan mataku, aku mulai merasakan getaran-getaran rindu yang ingin selalu berada didekatmu, disampingmu, menghabiskan waktu bersamamu. Ini memang aneh dan mungkin kamu tidak akan pernah percaya dengan apa yang aku rasakan saat ini. 

Sosokmu yang begitu sulit ditebak, dengan tingkah konyolmu , kamu berbuat sesuka hatimu. Benar-benar membuatku tidak bisa melepaskanmu dari hatiku. Aah, kamu terlalu tinggi untuk kugapai dan ku miliki. Aku hanyalah satu dari sekian banyak orang yang mungkin juga mempunyai rasa yang sama sepertiku, aku menatapmu seakan tidak ada tempat untuk ku menetap disana, entah kamu memang sengaja menutup hatimu atau mungkin memang kamu yang tidak pernah peka dengan tatapanku yang beda selama ini terhadapmu. 

Sadarkah kamu? Tiap saat berada didekatmu, aku selalu berusaha untuk menyembunyikan perasaan ini, hanya karena aku tidak ingin semua berubah menjadi canggung dan dingin setelah kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan hatiku. Untukmu, aku akan berjuang agar perasaan ini bisa tersusun rapi didalam hatiku, agar tidak mengganggumu dan meresahkanmu..

Sabtu, 07 Maret 2015

Berhentilah Bodoh!



Biarkan aku mencintainya, biarkan aku merindukannya,biarkan aku mengenangnya, biarkan aku menyayanginya, biarkan aku memilikinya dalam duniaku sendiri. Tolong jangan salahkan aku untuk melakukan ini semua, karena hanya dengan cara ini aku bisa menjaganya dalam hatiku. Toh ini semua hanya aku lakukan dalam khayalan dan imajinasiku tanpa berusaha untuk menjadi seorang perebut yang berhati kejam dengan siap menghancurkan hubungan mereka.

Tidak, aku tidak sekejam itu. 

Cinta memang membuat orang berubah menjadi egois, disaat dia sudah bersama dengan yang lain tidak menutup kemungkinan timbul keinginan untuk bisa memiliki. Namun aku tidak sejahat itu, percayalah. Sebab, aku pernah merasakan bagaimana rasanya saat orang yang benar-benar disayangi namun direbut oleh wanita lain. Cinta juga membuat orang lemah, lemah akan ketidakberdayaan kala rindu datang menusuk hati dan pikiran. Tidak berdaya menahan gejolak yang ada didalam dada 

Namun aku bisa apa untuk meraihnya, dia terlanjur dimiliki orang lain. Telah dibahagiakan orang lain. Aku yang mencintainya, yang tidak akan pernah bisa untuk membahagiakannya. Yaa, setelah berfikir dalam waktu yag lumayan panjang aku sangatlah jauh berbeda dengan wanitanya. Dia yang begitu sempurna, begitu ceria, yang mampu untuk menyeimbangi kesukaannya. Sangat jauh berbeda dengan aku yang kaku, pemalu dan pendiam ini. 

Tapi untuk saat ini jika aku harus pergi menjauh, aku tidak yakin kelak, dengan hatiku yang terbebani untuk menahan rindu yang akan siap meledak jika aku tidak mengetahui kabarmu lagi. Bodoh memang, tapi inilah caraku mencintaimu. Biarkan aku menyayangimu dengan cara ini, agar kau tahu bahwa aku disini selalu ada kapanpun kau butuh. Ini memang menyakitkan tapi aku tak mampu untuk berhenti karena aku sudah berjalan sejauh ini.

Rabu, 21 Januari 2015

kubiarkan waktu yang akan menghapusnya



Bolehkah kukatakan bahwa aku merindukan masa dimana aku bisa melihatmu setiap hari meskipun hanya dari kejauhan. Yah, itu semua terjadi ditahun lalu saat masih menggunakan seragam putih abu-abu. Aku benar-benar merindukan momen ditahun itu, yang tidak akan pernah bisa terulang kembali. 

Aku rindu saat pagi hari sebelum bel berbunyi melihatmu dari dalam kelasku, yang pada saat itu kelasmu ada dilantai dua dan aku bisa leluasa melihatmu dari sana. Aku rindu saat di ejek teman-teman jika aku ketahuan sedang memperhatikanmu secara diam-diam. Aku rindu bercerita kepada mereka bahwa saat malam harinya kita saling berkomunikasi walau hanya lewat pesan singkat. Aku rindu senyumanmu saat kita bertatap muka,barang itu hanya sekilas saja. 

Aku rindu saat duduk berdua diteras rumah, kejadian-kejadian kecil yang membuatku tertawa jika mengingatnya. Bahkan aku masih bisa mengingat jelas hal-hal yang terjadi saat itu. Percakapan yang sederhana dalam waktu yang lumayan panjang. 

Tapi aku merindukan itu semua tepat pada waktu yang salah, kamu dan kekasihmu saat ini sudah bahagia dan itu artinya aku harus tahu diri, siapa aku dimatamu saat ini. Sempat kucoba untuk berpindah kehati yang lain, namun tetap saja aku belum benar-benar bisa menghilangkan perasaan ini begitu saja. Ku kira dalam waktu 2 tahun ini aku mampu menghilangkan itu semua tapi nyatanya aku tak bisa.

Aku menyerah dan akan membiarkan perasaan ini berjalan sejauh mungkin, kubiarkan waktu yang akan menghapusnya,