Senin, 24 Februari 2014

Terpisah tanpa sebab



Ku tak ingin antara aku dan kamu  ada dendam apalagi benci dan caci
Aku hanya ingin semua akan baik-baik saja setelah KITA dipertaruhkan dengan alibi  orang tuamu yang tak ku mengerti..

Dipisahkan oleh sebab yang aku tak pernah ketahui sama sekalii..
Mungkin, mungkin ini jalan terbaik untuk hubungan kita . akan kucoba merelakan meski kutahu ini tidak akan mudah kulakukan..

Cinta tulus yang terpisah bukan karena keinginan hati akan sulit terlupakan dan akan selalu terkenang dihati. Kutahu kamupun tak ingin hal ini terjadi,maksud hati ingin membahagiakanmu kini telah kandas dan tak mungkin diteruskan lagii.

Aku bisa apa untuk mempertahankanmu? Aku bisa apa untuk menentang keinginan orang tuamu?  Bukannya aku tak peduli denganmu, bukannya aku tak ingin bersama denganmu tetapi aku hanya ingin melihatmu bahagia dengan keputusan orang tuamu yang pasti akan lebih baik untuk kehidupanmu kelak.
Aku tak ingin melihat kamu dimusuhi oleh banyak orang, aku tak ingin kamu menjadi anak durhaka yang menentang keinginan mereka..

Semoga saja kamu bahagia dan aku akan selalu berdo’a untuk kebahagiaanmu. Dari sini aku coba merelakanmu dan merindukanmu dalam diam dan dalam bisu.




Untuk request seseorang yang belum berani kusebut namanya :D
semoga sukaa dengan ceritanya :)

Kamis, 20 Februari 2014

Aku Lelah


Mungkin segalanya tidak akan lagi sama seperti dulu 

Dulu, kamu yang begitu indah dimataku.. begitu penting dihidupku.. begitu berartinya kamu dulu yaa dulu jauh sebelum kebencian ini datang dengan caramu yang teramat sangat menyakitiku. SAKIT! Sungguh sangat sakit yang kau beri padaku. Sebegitunya tak peduli kamu dengan kesakitanku. Sebegitu tak pentingnya aku dihidupmu hingga kau tancapkan luka begitu dalam dihatiku, kamu tak peduli! Tidak akan pernah peduli sama sekalii! 

Inikah caramu membalas rasa sakit yang kuberi dulu? Segitu teganya kamu!
Tak pernah kuberfikir bahwa kamu akan sejahat ini terhadapku tak pernah terlintas dipikiranku sejenak pun tak pernah.

Dulu kita pernah bersama,namun semua berubah setelah ada orang baru yang datang dihidupku membawa kebahagiaan dengan sementara dan aku mengabaikanmu begitu saja bahkan ku akhiri semua tentang kita,namun sungguh aku sesali keputusanku yang bodoh itu. Dan penyesalan itupun datang disaat aku melihatmu t’lah bersama dengan yang lain. Mungkin aku memang egois, aku jahat, aku tak peduli denganmu tapi itu dulu setelah dia datang dihidupku. Menghancurkan semua kebahagiaanku bersamamu.  Dan saat ini aku menginginkan kamu kembali. Tapi mengapa kamu membalas kesakitan itu lebih dari apa yang aku lakukan terhadapmu. Mengapa? 

Aku lelah dengan harapku, dengan kesedihanku, dengan ketidakpeduli nya kamu, dengan kekosongan hatiku, dan aku hanya ingin bahagia datang menghilangkan semua kesedihan yang ada.

Semoga ini adalah tetes air mata terakhir yang keluar dari mataku untuk menangisimu yang t’lah bersama dengan yang lain, aku akan berjuang keras dan akan berusaha terus untuk bisa melupakan segala hal tentangmu dan menghilangkan perasaan ini. Aku yakin semua akan indah pada waktunya dan Tuhan akan selalu memelukku dalam dekapan do’a dan sujudku, dan mendatangkan orang baru yang akan lebih darimu. Semoga saja.

Rabu, 05 Februari 2014

Tak kan mampu




 

Kamu yang mengajarkan aku kesedihan..
Kamu yang mengajarkan aku kegelisahan..
Kamu yang mengajarkan aku kebahagiaan..
Kamu yang mengajarkan aku arti kehilangan...

Lalu bagaimana dengan arti air mata yang selalu keluar dengan sendirinya tanpa ada paksaan dari sipemilik mata ini? Apa kau mengetahuinya? Apa kau menyadarinya? Apa kau merasakannya? Apa kau meresponnya? 

Dan bagaimana dengan hati yang selalu ikut menangis saat matapun sudah benar-benar tak sanggup untuk menahan rindu ingin bertemu dengannya.  Ingin mengatakan kecemburuannya. Ingin meneriakkan namanya. Ingin memeluk tubuhnya. Ingin bersama dengannya selamanya .

Seketika semua beban pikiranku meluap-luap kembali pulang dengan segenap kenangan masa lalu yang entah kapan aku bisa lupakan. Bukan tak mau melepaskan namun karena belum mampu untuk melakukannya.

Mungkin ini jawaban atas do’a ku selama ini. Sekarang kamupun berubah dan kamu cuek. Aku tidak menyukai perubahan ini, sekali lagi aku katakan “aku tidak menyukai perubahan ini!” .
Dan mungkin berubahnya kamu didasari oleh kehadiran mereka yang lebih kamu butuhkan. Kehadiran mereka sekarang membuat posisiku semakin tak dibutuhkan lagi dihidupmu. Dan kamupun melupakan aku. Ya aku tak sesempurna mereka, aku tak sebaik mereka, aku tak secantik mereka, aku tak selalu kamu butuhkan. Dan merekalah yang paling kamu butuhkan. bukan aku :) 

Aku mengerti, dan lebih baik aku mundur secara perlahan meskipun aku tau tidak akan mampu untuk melakukannya.