Rabu, 05 Februari 2014

Tak kan mampu




 

Kamu yang mengajarkan aku kesedihan..
Kamu yang mengajarkan aku kegelisahan..
Kamu yang mengajarkan aku kebahagiaan..
Kamu yang mengajarkan aku arti kehilangan...

Lalu bagaimana dengan arti air mata yang selalu keluar dengan sendirinya tanpa ada paksaan dari sipemilik mata ini? Apa kau mengetahuinya? Apa kau menyadarinya? Apa kau merasakannya? Apa kau meresponnya? 

Dan bagaimana dengan hati yang selalu ikut menangis saat matapun sudah benar-benar tak sanggup untuk menahan rindu ingin bertemu dengannya.  Ingin mengatakan kecemburuannya. Ingin meneriakkan namanya. Ingin memeluk tubuhnya. Ingin bersama dengannya selamanya .

Seketika semua beban pikiranku meluap-luap kembali pulang dengan segenap kenangan masa lalu yang entah kapan aku bisa lupakan. Bukan tak mau melepaskan namun karena belum mampu untuk melakukannya.

Mungkin ini jawaban atas do’a ku selama ini. Sekarang kamupun berubah dan kamu cuek. Aku tidak menyukai perubahan ini, sekali lagi aku katakan “aku tidak menyukai perubahan ini!” .
Dan mungkin berubahnya kamu didasari oleh kehadiran mereka yang lebih kamu butuhkan. Kehadiran mereka sekarang membuat posisiku semakin tak dibutuhkan lagi dihidupmu. Dan kamupun melupakan aku. Ya aku tak sesempurna mereka, aku tak sebaik mereka, aku tak secantik mereka, aku tak selalu kamu butuhkan. Dan merekalah yang paling kamu butuhkan. bukan aku :) 

Aku mengerti, dan lebih baik aku mundur secara perlahan meskipun aku tau tidak akan mampu untuk melakukannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar