Sudahlah, kamu terlalu lelah untuk
berharap dan menanti kedatangan seorang yang tidak akan pernah pasti datang
untuk menjemputmu,menemanimu,memanggilmu. Aku bilang “sudahlah”..
Memang , dulu dia sempat berjanji
akan menemuimu. Namun kenyataan yang kamu lihat sekarang sungguh berbeda.
Seakan-akan dia tidak mengingat apa yang dulu pernah dikatakannya padamu. Dan
kini, kamu menemukan dia tlah bahagia hidup bersama dengan wanita lain. Memang
bukan munafik, siapapun yang berada diposisi ini pasti akan mengatakan “aku
turut bahagia melihatmu dengannya,semoga langgeng dan menjadi sepasang kekasih
yang akan selalu diselimuti oleh butira-butiran cinta dari kasih sayang tulus
yang kalian tanam dihati kalian”
Aah aku terlalu menghakimi diriku
sendiri untuk selalu mengingatmu! Aku benci dengan keadaan ini! Aku ingin semua
hilang dari pikiran dan kegelisahanku! Aku ingin kamu benar-benar pergi dari
ingatanku agar luka yang kau tancapkan dihatiku segera sembuh dan tidak
meninggalkan bekas sama sekali! Aku ingin bisa segera melupakanmu! Aku ingin
mengikhlaskan dn merelakanmu! Tuhan bantu aku, tuntun aku, peluk aku.
Dan untukmu wanita manis, tolong
maafkan aku dengan segala keegoisanku yang selalu bercerita tentang pasanganmu.
Bukan maksudku membuat kamu marah ataupun cemburu. Aku hanya ingin mengutarakan
apa yang ada diotakku. Dan kamu tidak perlu takut akan hal itu,karena aku tidak
akan membiarkan hatimu dan hatinya terpisah hanya karena aku yang ada dimasa
lalunya. Aku ingin kalian bahagia dengan semestinya. Sekali lagi maafkan aku
wanita manis. Tolong bahagiakan dia, jaga hatinya, jaga cintanya, jaga
kepercayaannya, jaga dirinya. Ini memang bukan hak ku untuk meminta padamu,
namun tolong izinkan aku meminta ini padamu wanita manis, kali ini saja iyaa
sekali ini saja.