Senin, 10 Maret 2014

Nyatanya



Sudahlah, kamu terlalu lelah untuk berharap dan menanti kedatangan seorang yang tidak akan pernah pasti datang untuk menjemputmu,menemanimu,memanggilmu. Aku bilang “sudahlah”..

Memang , dulu dia sempat berjanji akan menemuimu. Namun kenyataan yang kamu lihat sekarang sungguh berbeda. Seakan-akan dia tidak mengingat apa yang dulu pernah dikatakannya padamu. Dan kini, kamu menemukan dia tlah bahagia hidup bersama dengan wanita lain. Memang bukan munafik, siapapun yang berada diposisi ini pasti akan mengatakan “aku turut bahagia melihatmu dengannya,semoga langgeng dan menjadi sepasang kekasih yang akan selalu diselimuti oleh butira-butiran cinta dari kasih sayang tulus yang kalian tanam dihati kalian”

Aah aku terlalu menghakimi diriku sendiri untuk selalu mengingatmu! Aku benci dengan keadaan ini! Aku ingin semua hilang dari pikiran dan kegelisahanku! Aku ingin kamu benar-benar pergi dari ingatanku agar luka yang kau tancapkan dihatiku segera sembuh dan tidak meninggalkan bekas sama sekali! Aku ingin bisa segera melupakanmu! Aku ingin mengikhlaskan dn merelakanmu! Tuhan bantu aku, tuntun aku, peluk aku.

Dan untukmu wanita manis, tolong maafkan aku dengan segala keegoisanku yang selalu bercerita tentang pasanganmu. Bukan maksudku membuat kamu marah ataupun cemburu. Aku hanya ingin mengutarakan apa yang ada diotakku. Dan kamu tidak perlu takut akan hal itu,karena aku tidak akan membiarkan hatimu dan hatinya terpisah hanya karena aku yang ada dimasa lalunya. Aku ingin kalian bahagia dengan semestinya. Sekali lagi maafkan aku wanita manis. Tolong bahagiakan dia, jaga hatinya, jaga cintanya, jaga kepercayaannya, jaga dirinya. Ini memang bukan hak ku untuk meminta padamu, namun tolong izinkan aku meminta ini padamu wanita manis, kali ini saja iyaa sekali ini saja.