Bolehkah
kukatakan bahwa aku merindukan masa dimana aku bisa melihatmu setiap hari
meskipun hanya dari kejauhan. Yah, itu semua terjadi ditahun lalu saat masih
menggunakan seragam putih abu-abu. Aku benar-benar merindukan momen ditahun
itu, yang tidak akan pernah bisa terulang kembali.
Aku rindu
saat pagi hari sebelum bel berbunyi melihatmu dari dalam kelasku, yang pada
saat itu kelasmu ada dilantai dua dan aku bisa leluasa melihatmu dari sana. Aku
rindu saat di ejek teman-teman jika aku ketahuan sedang memperhatikanmu secara
diam-diam. Aku rindu bercerita kepada mereka bahwa saat malam harinya kita
saling berkomunikasi walau hanya lewat pesan singkat. Aku rindu senyumanmu saat
kita bertatap muka,barang itu hanya sekilas saja.
Aku rindu
saat duduk berdua diteras rumah, kejadian-kejadian kecil yang membuatku tertawa
jika mengingatnya. Bahkan aku masih bisa mengingat jelas hal-hal yang terjadi
saat itu. Percakapan yang sederhana dalam waktu yang lumayan panjang.
Tapi
aku merindukan itu semua tepat pada waktu yang salah, kamu dan kekasihmu saat
ini sudah bahagia dan itu artinya aku harus tahu diri, siapa aku dimatamu saat
ini. Sempat kucoba untuk berpindah kehati yang lain, namun tetap saja aku belum
benar-benar bisa menghilangkan perasaan ini begitu saja. Ku kira dalam waktu 2
tahun ini aku mampu menghilangkan itu semua tapi nyatanya aku tak bisa.
Aku menyerah
dan akan membiarkan perasaan ini berjalan sejauh mungkin, kubiarkan waktu yang
akan menghapusnya,