Rabu, 21 Januari 2015

kubiarkan waktu yang akan menghapusnya



Bolehkah kukatakan bahwa aku merindukan masa dimana aku bisa melihatmu setiap hari meskipun hanya dari kejauhan. Yah, itu semua terjadi ditahun lalu saat masih menggunakan seragam putih abu-abu. Aku benar-benar merindukan momen ditahun itu, yang tidak akan pernah bisa terulang kembali. 

Aku rindu saat pagi hari sebelum bel berbunyi melihatmu dari dalam kelasku, yang pada saat itu kelasmu ada dilantai dua dan aku bisa leluasa melihatmu dari sana. Aku rindu saat di ejek teman-teman jika aku ketahuan sedang memperhatikanmu secara diam-diam. Aku rindu bercerita kepada mereka bahwa saat malam harinya kita saling berkomunikasi walau hanya lewat pesan singkat. Aku rindu senyumanmu saat kita bertatap muka,barang itu hanya sekilas saja. 

Aku rindu saat duduk berdua diteras rumah, kejadian-kejadian kecil yang membuatku tertawa jika mengingatnya. Bahkan aku masih bisa mengingat jelas hal-hal yang terjadi saat itu. Percakapan yang sederhana dalam waktu yang lumayan panjang. 

Tapi aku merindukan itu semua tepat pada waktu yang salah, kamu dan kekasihmu saat ini sudah bahagia dan itu artinya aku harus tahu diri, siapa aku dimatamu saat ini. Sempat kucoba untuk berpindah kehati yang lain, namun tetap saja aku belum benar-benar bisa menghilangkan perasaan ini begitu saja. Ku kira dalam waktu 2 tahun ini aku mampu menghilangkan itu semua tapi nyatanya aku tak bisa.

Aku menyerah dan akan membiarkan perasaan ini berjalan sejauh mungkin, kubiarkan waktu yang akan menghapusnya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar