Minggu, 05 Januari 2014

Kenangan di 15 September



Minggu sore, tepat pada tanggal 15 September 2013 kala itu, tak pernah ku sangka kita bisa saling bertatap muka dan menghabiskan waktu sore berdua. Kulihat setiap lekukan garis wajahmu ku perhatikan setiap sudut senyum dibibirmu ku nikmati waktu sore itu dan kurasakan hangat dekatnya jarak antara aku dan kamu, hampir tak ada jarak sedikitpun. Ku pandangi matamu, dan andai saja tanganku adalah tangan Tuhan inginku berhentikan waktu yg singkat itu untuk dapat bersamamu,menikmati senja berdua dan menghabiskan Cornello coklat kesukaanmu.
Dengan Kaos lengan panjang yang simple warna merah hitam berbalut jeans biru, terlihat jelas sekali kamu adalah sosok pria yang sederhana, manis, dan menyenangkan.
Tak pernah kusangka semenjak aku dan kamu tidak lagi menjadi kita, semenjak aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, semenjak aku lebih memilih orang yang baru kukenal untuk menjadi kekasihku dan pada akhirnya meninggalkanku, semenjak aku menduakanmu Sore itu 15 September menjadi hari yang amat teramat bahagia bagiku, bisa jalan berdua  lagi denganmu dan berada didekatmu dan menatap indahnya bola matamu.
Disaat aku menyadari bahwa kamu bukanlah milikku lagi, saat itu pula hatiku merintih kesakitan, dengan air mata yang  tak dapat kutahan, dan penyesalanpun datang kembali membuka luka yang menganga .
Dan disaat aku mengetahui bahwa kekasihmu yang kini lebih baik dariku, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa mengeluarkan air mata dengan penyesalan yang datang tiada henti dan berdo’a pada Tuhan semoga kamu dan dia bahagia selamanya. Aku akan berusaha mengikhlaskan dan menguatkan hatiku untuk melihat kamu dan kekasihmu bahagia.
Dan sore ini, 15 Desember 2013, 3 bulan berlalu setelah kebersamaan sore itu yang ditemani Cornello coklat kesukaanmu kini aku kembali duduk ditempat dimana kamu pernah menduduki batu itu, terasa hampa, sepi tanpa ada kamu disini. Aku hanya bisa mengingat kembali senyumanmu suaramu wajahmu dan postur tubuhmu dan apa yang kamu lakukan 3 bulan lalu disini, yaa disini tempat kita menghabiskan Cornello coklat kesukaanmu berdua dengan bayanganmu.
Dengan air mata yang tak dapat kutahan dan dengan penyesalan yang teramat dalam aku manangisimu, menangisi kebodohanku, menangisi penyesalanku, menangisi kebersamaanmu bersama kekasih barumu. Aku bodoh dan terlalu bodoh sudah meninggalkanmu dulu.

Untuk orang yang pernah kukecewakan dulu
24 januari 2012




Tidak ada komentar:

Posting Komentar