Minggu
sore, tepat pada tanggal 15 September 2013 kala itu, tak pernah ku sangka kita
bisa saling bertatap muka dan menghabiskan waktu sore berdua. Kulihat setiap
lekukan garis wajahmu ku perhatikan setiap sudut senyum dibibirmu ku nikmati
waktu sore itu dan kurasakan hangat dekatnya jarak antara aku dan kamu, hampir
tak ada jarak sedikitpun. Ku pandangi matamu, dan andai saja tanganku adalah
tangan Tuhan inginku berhentikan waktu yg singkat itu untuk dapat
bersamamu,menikmati senja berdua dan menghabiskan Cornello coklat kesukaanmu.
Dengan
Kaos lengan panjang yang simple warna merah hitam berbalut jeans biru, terlihat
jelas sekali kamu adalah sosok pria yang sederhana, manis, dan menyenangkan.
Tak
pernah kusangka semenjak aku dan kamu tidak lagi menjadi kita, semenjak aku
memutuskan untuk mengakhiri semuanya, semenjak aku lebih memilih orang yang
baru kukenal untuk menjadi kekasihku dan pada akhirnya meninggalkanku, semenjak
aku menduakanmu Sore itu 15 September menjadi hari yang amat teramat bahagia
bagiku, bisa jalan berdua lagi denganmu
dan berada didekatmu dan menatap indahnya bola matamu.
Disaat
aku menyadari bahwa kamu bukanlah milikku lagi, saat itu pula hatiku merintih
kesakitan, dengan air mata yang tak
dapat kutahan, dan penyesalanpun datang kembali membuka luka yang menganga .
Dan
disaat aku mengetahui bahwa kekasihmu yang kini lebih baik dariku, aku tak bisa
berbuat apa-apa. Aku hanya bisa mengeluarkan air mata dengan penyesalan yang
datang tiada henti dan berdo’a pada Tuhan semoga kamu dan dia bahagia
selamanya. Aku akan berusaha mengikhlaskan dan menguatkan hatiku untuk melihat
kamu dan kekasihmu bahagia.
Dan sore
ini, 15 Desember 2013, 3 bulan berlalu setelah kebersamaan sore itu yang
ditemani Cornello coklat kesukaanmu kini aku kembali duduk ditempat dimana kamu
pernah menduduki batu itu, terasa hampa, sepi tanpa ada kamu disini. Aku hanya
bisa mengingat kembali senyumanmu suaramu wajahmu dan postur tubuhmu dan apa
yang kamu lakukan 3 bulan lalu disini, yaa disini tempat kita menghabiskan Cornello
coklat kesukaanmu berdua dengan bayanganmu.
Dengan
air mata yang tak dapat kutahan dan dengan penyesalan yang teramat dalam aku
manangisimu, menangisi kebodohanku, menangisi penyesalanku, menangisi
kebersamaanmu bersama kekasih barumu. Aku bodoh dan terlalu bodoh sudah
meninggalkanmu dulu.
Untuk
orang yang pernah kukecewakan dulu
24
januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar